Surat untuk dia yang ditakdirkan

 


Antologi surat Penerbit Ellunar, 2024

Aku pernah menulis sebuah surat untuk seseorang yang entah siapa.. 

Aku menuliskannya dalam sebuah lomba antologi, dengan hati yang penuh keyakinan dan sedikit rasa malu, karena aku justru menulis tentang cinta yang masih Tuhan rahasiakan.

Surat itu lahir dari penantian. Dari doa-doa yang tak pernah lelah kusebutkan. Dari keyakinan bahwa di suatu tempat, ada seseorang yang sedang dipersiapkan untukku, sebagaimana aku sedang mempersiapkan diri untuknya.

Dan hari ini, aku ingin membagikannya di sini. Karena mungkin, tanpa pernah aku sadari, surat ini akan dibaca oleh seseorang itu.

Beginilah isi suratnya... 

 

Surat: Seseorang yang ditakdirkan

Yth: Lelaki di Lauhul Mahfudz

Assalamualaikum..
Kepadamu Lelaki yang tertulis di Lauhul Mahfudz. Semoga kamu dalam keadaan baik-baik saja ketika pada akhirnya kita dipertemukan.

Aku ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting dan aku berharap kamu membacanya dengan baik.

Ketahuilah bahwa sampai kini aku menjaga diriku agar tak sembarangan orang bisa memiliki. Agar suatu hari jika tuhan mempertemukan kita, kamu adalah orang paling beruntung yang pertama bisa memiliki diriku seutuhnya. Itulah sebabnya sampai sekarang aku masih sendiri sembari memantaskan diri. Aku bahkan rela jika tak pernah merasakan bagaimana indahnya orang yang pacaran, di usia remaja. Karena sampai detik ini, aku berhasil untuk tidak berpacaran dengan siapa pun. Aku berhasil! Kamu harus tahu itu.

Meski aku tahu hatiku akan goyah karena kehadiran seseorang, akan kupastikan untuk mengunci pintu hati ini dengan sangat rapat. Sebab aku tahu bahwa tidak ada yang boleh memilikinya selain dirimu. Dan aku akan menantimu dengan hati yang masih terjaga.

Di mana pun kamu berada sekarang, bagaimana keadaanmu, apakah kamu lebih tua atau muda, keluargamu, dan semua hal yang menyangkut dirimu. Jika kamu sudah ditakdirkan untukku, maka sejauh apapun jarak di antara kita. Tuhan akan mempertemukan kita dengan caranya. Atau mungkin sebelumnya kita sudah bertemu, tapi tidak saling tahu? 

Kelak, disaat tuhan menyatukan kita dalam ikatan halal. Ingin sekali aku banyak bercerita denganmu. Tentang apa saja yang kulalui saat masih sendiri. Aku juga ingin tahu banyak hal tentangmu ketika kamu masih sendiri. Maka dari itulah aku ingin selalu menghabiskan waktu bersamamu dalam suka maupun duka dan berbagi kisah mengenai kehidupan kita. Seandainya terdapat perbedaan pendapat sekalipun dan kita saling menemukan perbedaan di diri masing-masing. Percayalah bahwa kita hanyalah manusia dan baik aku atau kamu tidak ada yang sempurna. 

Jika tiba waktunya maut memisahkan kita, cerita tentang kita akan selalu abadi. Karena aku suka menulis, tentu saja aku mengabadikannya dalam tulisan. Dan di masa yang akan datang, kamu dan aku akan saling merasa beruntung karena tuhan telah mempertemukan dan menyatukan kita meski pada akhirnya salah satu di antara kita ada yang pergi lebih dulu meninggalkan dunia yang fana ini.

Aku tahu.. kamu membaca ini dengan baik dan memahami makna dari setiap kata yang tertulis, tapi hanya ada satu kalimat sederhana yang mungkin hanya akan kamu temukan pada tulisan ini dan entah di waktu kapan kesempatan itu akan tiba. Sebab ketahuilah bahwa ..... (ini masih rahasia)

Untuk sekarang, aku hanya bisa berdoa dan berharap kamu datang disaat yang tepat. Saat cinta memang seharusnya bersemi. Ketika kesempatan itu tiba, aku ingin berterima kasih kepada tuhan telah mengirim seseorang untuk menjagaku.


Wassalamualaikum; Yang menantimu

Komentar

Postingan Populer