Magang di Radio Bhasa FM Situbondo: Proses, Tantangan, Pengalaman, dan Pelajaran
Magang di Radio Bhasa FM ngapain saja, sih? Apa jadi penyiar ya?
Dalam bayangan saya sebelum terjun ke dunia radio, hal yang saya tahu kalau radio itu kesannya masih "kuno" karena biasanya hanya orang yang punya radio yang menjadi pendengar saja, tetapi hal itu segera terbantahkan setelah saya bersama salah satu teman Vanesa Linares dari Fakultas Sastra Inggris Universitas Abdurachman Saleh Situbondo ditugaskan magang di Radio Bhasa FM Situbondo selama kurang lebih dua bulan pada Januari-Februari 2026.
Di sini, saya pun mulai terbuka dan memahami jika radio ternyata telah berkembang mengikuti era digital saat ini. Tidak hanya berjalan secara on air, tapi juga berkolaborasi secara online.
Dengan Dosen Pembimbing (DP) Miss Nine Febrie Novitasari S.Pd., M.Pd dan Pembimbing Lapangan (PL) Ibu Fajriyatul Fitri, S.S saya mendapatkan arahan dan bimbingan yang sangat berarti selama pelaksanaan magang.
Selain itu, Fahmi Aditia A.Md.T selaku mentor di bagian divisi online turut memberikan arahan serta bantuan dalam mengenalkan dunia radio sesuai dengan bidangnya. Sehingga melalui kesempatan dan bimbingan tersebut, saya jadi bisa mempelajari hal baru, mengasah kemampuan & potensi diri, dan merasakan bagaimana berproses di balik layar.
Jadwal harian magang telah disusun dengan tema program kerja "Pengembangan Kreativitas dan Literasi Media Mahasiswa di Radio Bhasa FM."
Dari Senin-Sabtu selama 7 jam, saya dan teman bergantian masuk ke berbagai divisi baik marketing, online, umum & SDM, keuangan, penyiaran, dan teknik. Dari sana, saya dan teman pun mengaplikasikan program kerja tersebut di tempat magang.
Memasuki minggu kedua dan seterusnya, barulah saya menyadari ternyata dari program kerja, kemampuan dan potensi diri lebih condong ke divisi online, hehe. Apalagi mentornya masih muda dan sudah terbiasa mendampingi anak magang, jadi proses belajarnya juga terasa lebih nyaman, seru, dan kreatif.
![]() |
| Proses penggarapan konten online |
Untuk jadi sebuah konten yang dinikmati ternyata ada prosesnya mulai dari tahap direncanakan, diproduksi, dan akhirnya dipublikasikan. Seperti konten di Youtube maupun Instagram, perlu memikirkan ingin membuat konten seperti apa, lalu rancang dan menulis skrip terlebih dahulu, lanjut tahap revisi skrip, acc skrip, take video atau voice over, editing, dan jika fixed barulah dipublikasikan di sosial media.
Saya sudah mendapatkan kesempatan untuk menulis skrip (konten short, artikel, 1 berita hasil kegiatan workshop, parafrase berita, pembahasan lagu, serta konten durasi 5 menit di Youtube mengenai Bahasa Inggris)
Selama proses penulisan tentu ada kendala seperti bingung mau eksekusi ide yang mana, tiba-tiba stuck, tulisan terlalu panjang atau justru terlalu singkat. Tetapi bagaimanapun tulisannya, belajar cara menulis skrip yang to the point namun menarik dibaca, tentu saja ada tekniknya. Dan karena ada mentor di divisi online jadi memudahkan mahasiswa magang dalam menggarap skrip.
Di sini saya belajar teknik penulisan yang tidak hanya fokus pada isi, tetapi juga pada cara penyampaian. Salah satu teknik yang paling ditekankan adalah membuat hook di awal tulisan, kalimat pembuka yang langsung memancing rasa penasaran pembaca. Hook ini bisa berupa pertanyaan yang relevan, mengejutkan, atau membuat pembaca penasaran. Dengan hook yang kuat, pembaca bisa terdorong untuk terus membaca hingga akhir. Dan berikut ialah beberapa artikel yang saya tulis berawal dari skrip saja.
![]() |
| https://www.bhasafm.co.id/ |
Tidak hanya menulis skrip saja tapi dapat kesempatan menjadi voice over juga, jadi mengetahui bagaimana mengisi dan merekam suara di balik layar.
Lalu, saya juga mengembangkan kemampuan berbicara di depan kamera dengan menyampaikan suatu topik tentang Bahasa Inggris dan dipublikasikan di Youtube dan reels Instagram, sehingga dari situ saya bisa melatih kemampuan berbicara sekaligus membangun keberanian untuk tampil di depan kamera. Meskipun beberapa kali harus take ulang karena melakukan kesalahan, ternyata tidak mudah ya rekaman itu. Untungnya bisa dipelajari di Bhasa.
![]() |
| Youtube shorts @bhasafm |
Selain itu, saya juga mengedit menggunakan Canva untuk konten feed Instagram dan kebutuhan di divisi marketing, karena sudah memiliki kemampuan dasar dalam mengedit, saya pun dapat mengerjakannya sendiri, meskipun tetap perlu berkonsultasi sebelum konten tersebut final.
Di divisi lain seperti marketing, keuangan, dan teknik saya juga dikenalkan bagaimana cara kerja ketiga divisi itu di radio yang semakin membuka cara pandang saya terhadap seluk-beluk dunia radio. Sementara di divisi umum & SDM terutama penyiaran masih belum mendapat kesempatan mempelajari, but it's okay, selama magang dan mempelajari divisi-divisi lainnya, saya merasa bisa mengembangkan potensi diri dan menyadari bahwa "Oh, ternyata saya juga bisa ya mengerjakan tugas-tugas itu."
Di samping kegiatan magang dengan lingkungan yang positif bersama manusia-manusia baik, ada waktu-waktu di mana bisa jalan sore bareng, healing ke pantai, masak dan makan bersama, bercanda, berbagi cerita, saling bantu satu sama lain, dan hal seru lainnya.
![]() |
| Kegiatan selain magang |
Namun yang tak kalah menyentuh relung hati, setiap hari Jum'at pukul 13.00 di Bhasa selalu melaksanakan Ratibul Haddad (kumpulan dzikir dan doa yang dibaca) yang setelahnya selalu diadakan rapat serta evaluasi bersama.
![]() |
| Ratibul Haddad setiap setelah Jum'atan |
Hari-hari di Bhasa membawa warna tersendiri, sampai tiba waktunya penarikan. Tentu segala laporan (proker, tengah, akhir) sudah tersusun dan bagaimanapun sesuatu perlu diselesaikan. Di hari itu tiba, ada rasa syukur karena saya pernah ditempatkan magang di sana.
![]() |
| Pelepasan magang pada Jum'at, 27 Feb 26 |
Magang di Bhasa bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Bagi saya, ini adalah pengalaman yang membuka cara pandang saya kalau Radio ternyata bukan media yang “kuno” seperti yang pernah saya bayangkan. Radio bisa menjadi ruang kreativitas, kolaborasi baik on air & online, sekaligus mampu membangun kedekatan dengan pendengar dalam menyampaikan informasi, edukasi, maupun hiburan.
Dua bulan mungkin terlihat singkat, tetapi bagi saya, waktu itu tetap terasa tidak cukup untuk saya belajar dan berkembang. Sebab tentu saja masih ada yang ingin saya pelajari lagi walau magang ini sudah memberi pengalaman yang luar biasa sekali.
Dan kalau sekarang ada yang bertanya, “Magang di radio ngapain saja? Jadi penyiar, ya?”
Saya akan menjawab, "Lebih dari itu. Saya belajar menulis skrip (berita, artikel, konten short), editing, take video, voice over, marketing, keuangan, teknik, dan yang paling penting ialah berproses menjadi versi diri saya yang lebih berani untuk mencoba hal-hal baru itu, hehe."
Pengalaman di Radio Bhasa FM ini suatu hari nanti, pasti saya akan mengenangnya dan menyadari bahwa di tempat itu saya pernah belajar sesuatu. Mengenal orang-orang baik. Dan menyadari kalau hidup ini masih panjang untuk terus mengembangkan diri, selagi ada kesempatan.
Terima kasih untuk orang di balik layar.
Sekian.








Komentar
Posting Komentar