Festival Literasi Situbondo sukses gelar acara dan tingkatkan semangat berliterasi

Festival Literasi

     Festival Literasi Situbondo diselenggarkan mulai dari 11-15 Oktober 2025 di Alun-alun kota Situbondo. Di bawah tenda putih, terdapat stand-stand buku dari Gramedia Jember, Penerbit Takanta, Bashish Publishing, Perpustakaan Desa, dll. Dalam rentang waktu singkat pula, tergerak bincang buku dan diskusi menarik selain penulis lokal juga dengan penulis luar seperti Ahmad Rifa'i Rifan dan Kalis Mardiasih.

Saya terhipnotis dengan ruangan yang dibangun di sana karena selain ada buku-buku yang menarik termasuk saya, eh. Di sana juga terpajang poster-poster buku dan film Lastare karya Situbondo sendiri. 

Ini baik dilakukan untuk mengenalkan bahwa karya-karya dari Situbondo layak untuk diketahui lainnya termasuk anak-anak muda guna selain mengetahui juga setidaknya bisa memicu yang lain untuk ikut berkarya.

Rasanya mau dipajang di kamar:v

Saya berkesempatan bertemu langsung dengan penulis yang sudah menerbitkan banyak buku ialah Pak Ahmad Rifa'i Rifan. Betapa dari beliau saya banyak menyerap ilmu yang beliau bagikan dari diskusi. 
"Setiap orang adalah buku yang berjalan," katanya. Ia memberi tips jika sedang stuck menulis, kita perlu memiliki motivasi dalam menulis. Tulis dari apa yang kita alami. Kembangkan cerita melalui latihan. Dan di akhir penutup beliau mengatakan. "Cara menulis nama kita di panggung sejarah hanya ada dua. Pertama, jadilah penulis. Kedua, jadilah orang yang ceritanya layak untuk ditulis." Kata-kata itu menggema bagaikan pacuan untuk saya pribadi kalau tidak jadi yang kedua. Maka, saya perlu mencoba dan menjadi yang pertama. Seperti jadi pertama di hatimu, eh.

Ngaji Literasi

Pada awalnya saya mengira hanya akan jadi penonton saja selama event berlangsung. Sampai ada kesempatan di mana komunitas Jemari akan tampil membawakan puisi. Baru saya menyadari, This is an opportunity! 

Melalui latihan yang amat singkat. Saya dengan tiga kepingan, eh teman. Kemudian mendapat giliran untuk perfomance di malam yang syahdu itu. Selama penampilan, ada beberapa kendala yang terjadi, tapi selagi sudah selesai dan mencoba meski belum sempurna. It's okay kan untuk dicoba pada kesempatan lainnya?

Tapi, saya merasa ini jadi pengalaman menarik karena bisa turut tampil di event festival literasi. Kalau tidak berani dan dengan mereka, kapan lagi?

Komunitas Jemari

Selama saya mengikuti event yang benar-benar saya sukai. Ada satu hal yang membuat saya tak bisa berkata-kata. Ya meskipun hanya sekadar dipajang dan berada di penerbit lokal yang di mana telah membantu saya untuk menerbitkan dan mengenalkan buku karya sendiri. Buku "Saudade dan Cerita Lainnya" ada di antara teman-teman yang menarik.

65k gratis doa dari penulisnya..

Ketika event ini mau berakhir, saya justru berhalangan datang dan membiarkan ia berlalu tanpa saya menikmati momen itu. Namun, saya bersyukur meski singkat, ada pengalaman yang membuat saya suatu hari nanti pasti akan mengenangnya.

Terima kasih Situbondo telah menghadirkan Festival Literasi ini. Semangat untuk terus mengadakan event-event literasi✨

Sekian.



Komentar

Postingan Populer