Karya Inspiratif Sineas Muda Situbondo

Film pendek Lestare, Wrapped, Bising

Semakin berjalannya waktu, semakin menginspirasi pula akan keberadaan karya anak muda melalui perfilman di Situbondo. Sebuah inovasi baru yang membuat saya melihat bahwa betapa mereka memiliki ide dan kreativitas yang luar biasa sebab berhasil menciptakan film-film pendek yang  mampu menggejolakkan perasaan melalui film bertemakan bullying.

Menariknya, tema bullying tidak hanya sekadar tontonan semata, tetapi sebagai bentuk kesadaran bahwa bullying akan menimbulkan efek jangka panjang bagi korbannya, serta mengurangi terjadinya bullying yang mungkin bagi pelakunya hanya sebagai lelucon semata.

Menonton ketiga film di atas dengan sutradara yang luar biasa hebat, benar-benar membuat saya berdecak kagum. 

Dari arah penonton, saya bisa melihat bahwa karya mereka mampu menyentuh sisi manusia yang selama ini terlupakan. Mungkin kita pernah jadi pembuli dan sadar bahwa itu juga bentuk perundungan meskipun hanya biasa, atau mungkin kita pernah menjadi korban perundungan dan ikut merasakan apa yang aktor itu alami. Namun, apapun itu, menonton filmnya membuat perasaan saya bergejolak. Bukan perasaan jatuh cinta, tapi perasaan campur aduk antara pilu dan hampa.

Seperti pada Film Lestare, entah kenapa di bagian endingnya, saya tiba-tiba merasa hampa ketika aktornya harus berakhir jadi batu nisan dan ada adegan di mana ia mengungkapkan keresahannya, meski segalanya telah terlambat. 

Sementara dalam film Wrapped, saya seolah bisa merasakan bagaimana yang dialami orang yang tak waras dari sudut pandangnya. Begitupula dengan film Bising, seorang anak yang juga mengalami perundungan. Hal-hal seperti ini perlu menjadi tontonan sebagai edukasi bahwa efek bullying bisa berkepanjangan.

Apalagi saya juga mendengar bahwa ada penulis filmnya juga pernah mengalami perundungan, hal yang membuat saya juga merasa betapa ia berani menuliskan hal yang mungkin membuatnya takut kala itu, hingga terciptalah film tentang bullying ini.

Anak-anak muda seperti mereka memang harus ada dan saya merasa bahwa setelah saya pulang mengendarai sepeda, ada rasa terinspirasi-dari anak muda yang berhasil mewujudkan impiannya. Sehingga karya filmnya mampu dinikmati oleh orang-orang, termasuk saya di sana.



Komentar

Postingan Populer