Cerita fiksi: Tentang rumah di seberang
"Aku punya sebuah rumah. Rumah ini memang sederhana. Beberapa ingin bertamu, tapi selalu tak kuizinkan. Sebab di rumahku yang sederhana, tidak menyediakan apa-apa." Cerpen-Tentang rumah di seberang
Bagaimana jika kau menemukan sebuah rumah yang tampak hangat, namun sesungguhnya terasa dingin? Atau bagaimana jika kau menemukan rumah yang tampak dingin, tetapi terasa hangat meski hanya dari kejauhan?
Bagaimana?
Melalu cerita fiksi ini, kau akan menemukan jawabannya. Bacalah!
Ada beberapa hal yang bisa kau tafsirkan di sini, sesuai perspektif pembaca.
Dan, mari kita kupas filosofi rumah bagi sebagian orang.
Rumah, ialah tempat di mana seseorang bisa merasa aman, tenang, tempat pulang. Namun, ada orang-orang tak beruntung di mana justru merasa bahwa rumah seperti sebuah ketidaknyamanan-sebab di dalamnya tak menawarkan ketenangan.
Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi?
Entahlah saya juga bingung. Keberuntungan ataupun ketidakberuntungan orang dalam memiliki rumah hanyalah rahasia ilahi.
Tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa suatu saat nanti akan menemukan rumah yang tepat? Benar-benar aman dan memastikan bahwa di dalamnya hangat dan tidak membuat gundah?
Tentunya, semua orang pasti menginginkan.
Hanya saja, apakah sebelum memiliki rumah itu, kita benar-benar layak?
Bagaimana jika rumah yang benar-benar ada di hadapan kita, justru memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki?
Seperti atap yang bocor, lantai penuh debu, dinding yang luntur, serta kekurangan lainnya yang awalnya kita melihat bahwa di luar tampak amat sempurna?
Apa yang saat ini akan kita lakukan? Diam atau bertindak? Memilih pergi atau bertahan memperbaiki?
Kalau memang ingin menemukan rumah aman, tenang, hangat, dan layak. Kenapa kita tidak mencoba untuk membangunnya sendiri?
Alih-alih mencari rumah yang layak, mendambakan kesempurnaan yang tampak di luar-dalam, menolak sisi-sisi rumah yang merugikan. Terus mencari rasa aman.
Kenapa, tidak menciptakan sendiri rumah yang hangat itu?
Kita bisa belajar menjadi rumah itu-untuk diri sendiri. Membangun rasa aman, hangat, dan rasa tenang.
Sampai suatu titik, setelah semuanya terasa panjang dan amat melelahkan. Ada rumah di ujung sana yang terasa hangat.
Kita tidak lagi mencari sesuatu yang perlu dicari. Hawa rumah itu sudah menenangkan-seperti diri sendiri. Seolah benar-benar menemukan tempat pulang
Lalu, bagaimana dengan cerita fiksi itu? Dengan endingnya? Apa yang kau bisa temukan setelah membacanya?
Apa memang belum benar-benar membaca?
Apapun itu yang berkaitan tentang rumah-seolah membawa rasa yang tak terduga.
Jadi, sebelum mencari rumah. Apa yang sebaiknya kita lakukan dulu? Dapatkan kau memberikan jawaban?
Jika ingin membaca cerpen "Tentang rumah di seberang" bisa melalui instagram @_tazwriter



Komentar
Posting Komentar